mutu kebidanan
Rabu, 23 Januari 2013
Program menjaga mutu internal dan eksternal 1. Program Menjaga Mutu Internal (Internal Quality Assurance) Yang dimaksud dengan Program menjaga mutu internal adalah bentuk kedudukan organisasi yang bertanggungjawab menyelenggarakan Program Menjaga Mutu berada di dalam institusi yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan. Untuk ini di dalam institusi pelayanan kesehatan tersebut dibentuklah suatu organisasi secara khusus diserahkan tanggung jawab akan menyelenggarakan Program Menjaga Mutu Macam-macam Program Menjaga Mutu Internal Jika ditinjau dari peranan para pelaksananya, secara umum dapat dibedakan atas dua macam: a) Para pelaksana Program Menjaga Mutu adalah para ahli yang tidak terlibat dalam pelayanan kesehatan (expert group) yang secara khusus diberikan wewenang dan tanggung jawab menyelenggarakan Program Menjaga Mutu. b) Para pelaksana Program Menjaga Mutu adalah mereka yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan (team based), jadi semacam Gugus Kendali Mutu, sebagaimana yang banyak dibentuk di dunia industri. Dari dua bentuk organisasi yang dapat dibentuk ini, yang dinilai paling baik adalah bentuk yang kedua, karena sesungguhnya yang paling bertanggung jawab menyelenggarakan Program Menjaga Mutu seyogyanya bukan orang lain melainkan adalah mereka yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan itu sendiri. 2. Program Menjaga Mutu Eksternal (External Quality Assurance) Pada bentuk ini kedudukan organisasi yang bertanggung jawab menyelenggarakan program menjaga mutu berada di luar institusi yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan. Untuk itu, biasanya untuk suatu wilayah kerja tertentu dan untuk kepentingan tertentu, dibentuklah suatu organisasi di luar institusi yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan, yang bertanggung jawab menyelenggarakan program menjaga mutu. Misalnya, suatu Badan Penyelenggara Program Asuransi Kesehatan, untuk kepentingan programnya, membentuk suatu Unit Program menjaga Mutu, guna memantau, menilai, serta mengajukan saran-saran perbaikan mutu pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh berbagai institusi pelayanan kesehatan yang tergabung dalam program yang dikembangkannya. Pada program menjaga mutu eksternal seolah-olah ada campur tangan pihak luar untuk pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh suatu institusi pelayanan kesehatan, yang biasanya sulit diterima. 1. Menetapkan Masalah Mutu Masalah adalah sesuatu hal yang tidak sesuai dengan harapan. Dengan demikian, masalah mutu layanan kesehatan adalah kesenjangan xang terjadi antara harapan dengan kenyataan dari berbagai dimensi mutu layanan kesehatan termasuk kepuasan pasien, kepuasan petugas kesehatan, dan kepatuhan petugas kesehatan dalam menggunakan standar layanan kesehatan sewaktu memberikan layanan kesehatan kepada pasien. Masalah mutu layanan kesehatan dapat dikenali dengan berbagai cara antara lain : a) Melalui pengamatan langsung terhadap petugas kesehatan yang sedang melakukan layanan kesehatan. b) Melalui wawancara terhadap pasien dan keluarganya, masyarakat, serta petugas kesehatan. c) Dengan mendengar keluahan pasien dan keluarganya, masyarakat, serta petugas kesehatan. d) Dengan menbaca serta memeriksa catatan dan laporan serta rekam medik. Inventarisasi masalah mutu layanan kesehatan dasar akan dilakukan oleh kelompok. Jaminan mutu layanan kesehatan melalui curah pendapat atau teknik kelompok nominal. Setiap anggota kelompok diminta mengemukakan sebanyak mungkin masalah mutu layanan kesehatan. Setelah terkumpul, masalah utu tersebut harus diseleksi untuk membedakan mana yang benar-benar masalah mutu atau bukan. Seleksi dilakukan melalui klarifikasi dan komfirmasi terhadap masalah yang terkumpul. Klarifikasi di sini ditujukan untuk menghilangkan atau memperjelas masalah yang belum atau tidak jelas dan untuk menghindari terjadinya masalah mutu layanan kesehatan yang tumpang tindih. Komfirmasi maksudnya adalah terdapatnya dukungan data untuk setiap masalah yang telah diklarifikasikan sebagai bukti bahwa masalah mutu layanan kesehatan memang ada. Setelah dilakukan klarifikasi dan konfirmasi, maka yang bukan masalah mutu akan disingkirkan, sementara masalah mutu yang tersisa akan ditentukan prioritasnya. Masalah mutu yang baik dapat digunakan sebagai bahan ajar untuk mencari pengalaman dalam memecahkan masalah mutu layanan kesehatan. Karakteristik masalah mutu semacam ini antara lain : 1) Mudah dikenali, karena biasanya dapat dipecahkan dengan mudah dan cepat. 2) Masalah mutu layanan kesehatan, yang menurut petugas layanan penting. NILAI : A
Sabtu, 27 Oktober 2012
SWOT KEBIDANAN
NAMA:
NIA WAHYUNI
NIM : 7210041 (
3 A)
analisis
swot
Analisis
SWOT adalah metode perencanaan
strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths),
kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats)
dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Keempat
faktor itulah yang membentuk akronim SWOT (strengths, weaknesses,
opportunities, dan threats).
Proses ini
melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan
mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak
dalam mencapai tujuan tersebut. Analisis SWOT dapat diterapkan dengan cara
menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya,
kemudian menerapkannya dalam gambar matrik SWOT, dimana aplikasinya adalah
bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage)
dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi
kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari
peluang (opportunities)yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths)
mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah
bagimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat
ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru
CONTOH :

Analisa SWOT adalah sebuah analisa
yang dicetuskan oleh Albert Humprey pada dasawarsa 1960-1970an. Analisa ini
merupakan sebuah akronim dari huruf awalnya yaitu Strenghts (kekuatan), Weaknesses
(kelemahan), Opportunity (kesempatan) dan Threat (Ancaman).
Metoda analisa SWOT bisa dianggap
sebagai metoda analisa yg paling dasar, yg berguna utk melihat suatu topik atau
permasalahan dari 4 sisi yg berbeda. Hasil analisa biasanya adalah
arahan/rekomendasi utk mempertahankan kekuatan dan menambah keuntungan dari
peluang yg ada, sambil mengurangi kekurangan dan menghindari ancaman.Jika
digunakan dengan benar, analisa SWOT akan membantu kita untuk melihat sisi-sisi
yg terlupakan atau tidak terlihat selama ini.
Analisa ini bersifat deskriptif dan
terkadang akan sangat subjektif, karena bisa jadi dua orang yang menganalisis
sebuah organisasi akan memandang berbeda ke empat bagian tersebut.Hal ini
diwajarkan, karena analisis SWOT adalah sebuah analisis yang akan memberikan output
berupa arahan dan tidak memberikan solusi ajaibâ dalam sebuah permasalahan.
Analisis SWOT
merupakan salah satu metode untuk menggambarkan kondisi dan mengevaluasi suatu
masalah, proyek atau konsep bisnis yang berdasarkan faktor internal (dalam) dan
faktor eksternal (luar) yaitu Strengths,
Weakness, Opportunities dan Threats. Metode ini paling sering
digunakan dalam metode evaluasi bisnis untuk mencari strategi yang akan
dilakukan. Analisis SWOT hanya menggambarkan situasi yang terjadi bukan sebagai
pemecah masalah.
Analisis SWOT terdiri dari empat
faktor, yaitu:
1. Strengths (kekuatan)
merupakan kondisi kekuatan yang
terdapat dalam organisasi, proyek atau konsep bisnis yang ada. Kekuatan yang
dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam tubuh organisasi, proyek atau
konsep bisnis itusendiri.
.

2. Weakness (kelemahan)
merupakan kondisi kelemahan yang
terdapat dalam organisasi, proyek atau konsep bisnis yang ada.Kelemahan yang
dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam tubuh organisasi, proyek atau
konsep bisnis itu sendiri.

3. Opportunities (peluang)
merupakan kondisi peluang berkembang
di masa datang yang terjadi. Kondisi yang terjadi merupakan peluang dari luar
organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri. misalnya kompetitor,
kebijakan pemerintah, kondisi lingkungan sekitar.

4. Threats (ancaman)
merupakan kondisi yang mengancam
dari luar. Ancaman ini dapat mengganggu organisasi, proyek atau konsep bisnis
itu sendiri.
Setelah itu dibuat pemetaan analisis SWOT maka dibuatlah tabel
matriks dan ditentukan sebagai tabel informasi SWOT. Kemudian dilakukan
pembandingan antara faktor internal yang meliputi Strength dan Weakness dengan
faktor luar Opportunity dan threat. Setelah itu kita bisa melakukan strategi
alternatif untuk dilaksanakan. Strategi yang dipilih merupakan strategi yang
paling menguntungkan dengan resiko dan ancaman yang paling kecil.
Selain pemilihan alternatif analisis
Swot juga bisa digunakan untuk melakukan perbaikan dan improvisasi. dengan
mengetahui kelebihan (Strength dan opportunity) dan kelemahan kita (weakness
dan threat), maka kita melakukan strategi untuk melakukan perbaikan diri.
Mungkin salah satu strateginya dengan meningkatkan Strength dan opportunity
atau melakukan strategi yang lain yaitu mengurangi weakness dan threat.

Aplikasi
Analisis SWOT untuk Menjadi Bidan Terbaik
v KEKUATAN (STRENGHT)
Ø Pantang
menyerah jika terjadi kesulitan
Ø berkomitmen pada ucapan
Ø
Mampu bekerja keras
Ø
Bertanggung jawab pada perbuatan /
pekerjaan
Ø
Mampu memehami materi dan praktek kebidanan
v
KELEMAHAN (WEAKNESS)
Ø
Kurang percaya diri bila berbicara di depan
umum
Ø
Kurang konsisten dalm mengambil keputusan
Ø
Ceroboh dalam bertindak
Ø
Terlalu mudah lupa
Ø
Terlalu egois dan mudah emosi
Ø
Terlalu mementingkan diri sendiri
v
KESEMPATAN (OPPORTUNITY)
Ø
Kurangnya bidan desa
Ø
Menurunkan AKI dan AKB
Ø
Kehamilan dan persalinan yang aman
Ø
BPM berkualitas
Ø
Adanya dukungan dari keluarga
v
ANCAMAN (THREAT)
Ø
Banyaknya lulusan kebidanan
Ø
Banyak bidan senior yang lebih
berpengalaman
Ø
Banyak bidan di indonesia
Ø
Tenaga kerja yang kopeten
Ø
Meningkatnya persaingan di antara lulusan AKBID
Senin, 22 Oktober 2012
ASKEB BUMIL
ASUHAN KEBIDANAN
PADA Ny
“I” G I P0000 UK 34 MINGGU
JANIN TUNGGAL,HIDUP,INTRA UTERIN
,LETAK KEPALA,KU IBU DAN JANIN BAIK
DI BPM NY’KAMSINI’ BAKALAN
SUMOBITO
JOMBANG

Oleh:
NIA WAHYUNI
NIM: 7210041
PRODI D III KEBIDANAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS PESANTREN TINGGI
DARUL ‘ULUM
JOMBANG
20012
BAB I
PENDAHULUAN
1.
LATAR BELAKANG
Angka kematian ibu di Indonesia masih
tinggi yaitu 390 / 100.000 persalinan hidup juka perkiraan di Indonesia sebesar
5.000.000 orang maka akan terdapat sekitar 19.500-20.000 kematian ibu atau
kematian setiap 26-27 menit. Jumlah kematian perinatal sekitar 56/1000 atau
sejumlah 28.000 orang atau setiap 18-20 menit sekali.
Penyebab kematian ibu hamil antara lain:
·
Pertolongan pertama dan
persalinan yang belum memadai.
·
Pelaksanaan pengawasan hamil
belum menjangkau masyarakat menyeluruh dan bermutu.
·
Jumlah anemia pada ibu hamil
cukup tinggi.
·
Masih kurangnya pengetahuan
mengenai sebab musabab dan penanggulangannya, komplikasi-komplikasi penting
dalam kehamilan, persalinan dan nifas.
Untuk menghindari hal-hal diatas kita
harus meningkatkan prenatal care (pengawasan ibu sewaktu hamil) dan juga
meningkatkan pengetahuan ibu tentang pentingnya antenatal care (pemeriksaan ibu
hamil).
Jadi bukan pertolongan waktu
persalinan saja yang penting tapi harus didahului dengan prenatal care yang
baik dan disusul dengan post partum care yang baik.
Maka dalam menekan angka kematian ibu
dan bayi kita harus menyarankan pada ibu hamil untuk selalu memeriksakan
kehamilannya secara rutin agar dapat diketahui apabila terjadi komplikasi dan
hal-hal yang tidak diinginkan secara dini.
Dengan demikian,ringkasan yang
melatar belakangi untuk menanggulangi atau melakukan asuhan kebidanan pada Ny
“E” GIIP10001.
2.
Tujuan
2.1
Tujuan Umum
Mahasiswa mampu menerapkan Asuhan
Kebidanan pada ibu hamil normal serta mendapatkan pengalaman dalam memecahkan
masalah ibu hamil normal.
2.2
Tujuan Khusus
·
Mahasiswa mampu melaksanakan
pengkajian data pada Ny “E” GII P10001 dengan kehamilan
normal UK 36 Minggu.
·
Mahasiswa dapat
mengidentifikasi diagnosa, masalah, kebutuhan.
·
Mahasiswa mampu mengantisipasi
masalah potensial.
·
Mahasiswa dapat
mengidentifikasi kebutuhan segera.
·
Mahasiswa dapat mengembangkan
masalah.
·
Mahasiswa dapat melaksanakan
suatu tindakan sesuai rencana.
·
Mahasiswa dapat mengevaluasi
pelaksanaan asuhan kebidanan.
BAB II
LANDASAN TEORI
KEHAMILAN
1.
PENGERTIAN
Pada caitus (persetubuhan) air mani terpencar ke dalam
ujung atas dari vagina sebanyak + 3 cc.
Dalam air mani terdapat spermatozoa (sel-sel mani)
sebanyak + 100-200 juta tiap cc.
Maka jelaslah bahwa hanya caitus sekitar saat ovulasi
yang dapat menyebabkan kehamilan sel telur dapat dibuahi hanya beberapa jam
setelah ovulasi, sedangkan sel mani dalam badan wanita masih kuat membuahi
selama 1-3 hari.
Penghamilan terjadi kalau ada pertemuan dan persenyawaan
antara sel telur dan sel mani.
Lamanya kehamilan mulai dari ovulasi sampai partus
adalah kira 280 hari (40 minggu), dan tidak lebih dari 300 hari (43 minggu).
Kehamilan 40 minggu ini disebut kehamilan matur. Bila kehamilan lebih dari 43
minggu disebut kehamilan postmatur. Kehamilan antara 28 dan 36 minggu disebut
kehamilan premature. Kehamilan yang terakhir ini akan mempengaruhi viabilitas
(kelangsungan hidup) bayi yang dilahirkan, karena bayi yang terlalu muda
mempunyai prognosis buruk.
Ditinjau dari tuanya kehamilan, kehamilan dibagi dalam 3
bagian yaitu:
1.
Kehamilan triwulan pertama
(antara 0 sampai 12 minggu)
2.
Kehamilan triwulan kedua
(antara 12 sampai 28 minggu)
3.
Kehamilan triwulan ketiga
(antara 28 sampai 40 minggu)
Pada wanita hamil terdapat beberapa tanda atau gejala
antara lain sebagai berikut:
1. Amenorhea (tidak haid)
2. nausea (enek) dan emesis (muntah)
3. Mengidam
4. Mudah pingsan
5. Mamae menjadi tegang dan membesar
6. Anoreksia (tidak ada nafsu makan)
7.
Saring
kencing
8.
Obstipasi
terjadi karena tonus otot menurun yang disebabkan oleh pengaruh hormon steroid.
9.
Pigmentasi kulit terjadi pada
kehamilan 12 minggu ke atas.
10.
Epulip : Hipertropi gusi
11.
Tanda hegas.
12.
Tanda chodwick.
13.
Tanda piscaseck. Uterus
membesar kesalah satu jurusan hingga menonjol jelas ke jurusan pembesaran
tersebut.
Tanda Pasti Kehamilan
a.
Dapat diraba dan kemudian
dikenal bagian-bagian janin.
b.
Dapat dicatat dan didengar
bunyi jantung janin.
c.
Dapat dirasakan pergerakan
janin.
d.
Pada pemeriksaan pada sinar
rohtgen.
e.
Dengan ultrasonografi
(scanning) dapat diketahui ukuran kantong janin, panjang janin dan diameter
biparletalis hingga dapat diperkirakan tuanya kehamilan.
Diagnosis Banding Kehamilan
1.
Pseudosiesis. Terdapat
amenorea, perut membesar, tetapi tanda-tanda kehamilan lain dan reaksi
kehamilan negative.
2.
Kistoma ovarii. Mungkin ada
amenorea, perut penderita makin besar, tetapi uterusnya sebesar biasa.
3.
Mioma uteri.
4.
Kandung kemih penuh dan terjasi
retensi urin.
2.
TUJUAN PEMERIKSAAN DAN
PENGAWASAN IBU HAMIL
Tujuan umum adalah menyiapkan seoptimal mungkin fisik
dan mental ibu dan anak selama dalam kehamilan, persalinan dan nifas, sehingga
didapatkan ibu dan anak yang sehat.
Tujuan khusus adalah:
1.
Mengenali dan menangani
penyulit-penyulit yang mungkin dijumpai dalam kehamilan, persalinan dan nifas.
2.
Mengenali dan mengobati
penyakit-penyakit yang mungkin diderita sedini mungkin.
3.
Menurunkan angka morbiditas dan
mortalitas ibu dan anak.
4.
Memberikan nasehat-nasehat
tentang cara hidup sehari-hari dan keluarga berencana, kehamilan, persalinan,
nifas, dan laktasi.
Jadwal Pemeriksaan Kehamilan
1.
Pemeriksaan pertama kali yang
ideal adalah sedini mungkin ketika haidnya terlambat satu bulan.
2.
Periksa ulang 1x sebelum sampai
kehamilan 7 bulan.
3.
Periksa ulang 2x sebulan sampai
kehamilan 9 bulan.
4.
Periksa ulang setiap minggu
sesudah kehamilan 9 bulan.
5.
Periksa khusus bila ada
keluhan-keluhan.
Beberapa istilah yang dipakai untuk pemeriksaan dan
pengawasan ibu hamil adalah:
1.
Antenatal care : pengawasan
sebelum anak lahir terutama ditujukan pada anak.
2.
Prenatal care : pengawasan
pra-kelahiran.
3.
Antepartal care : pengawasan
sebalum bersalin, lebih ditujukan pada keadaan ibunya.
PEMERIKSAAN IBU HAMIL
Anamnesa
·
Anamnesa identitas suami dan
istri.
·
Anamnesa umum
Data obyektif
·
Inspeksi dan pemeriksaan fisik
diagnostic.
·
Perkusi.
·
Palpasi
Palpasi yang paling penting adalah di daerah perut dan
payudara. Palpasi perut untuk menentukan:
·
Besar dan konsistensi rahim.
·
Bagian-bagian janin, letak,
presentasi.
·
Gerakan janin.
·
Kontraksi rahim.
Cara palpasi ada bermacam-macam
·
Menurut laopold dengan variasi.
·
Menurut knebel.
·
Menurut Budin dan
·
Menurut Ahlfeld.
Manufer palpasi menurut Leopold:
·
Leopold I : - Pemeriksa menghadap ke
arah muka ibu hamil.
-
Menentukan tinggi fundus uteri
dan bagian janin dalam fundus.
-
Konsistensi uterus.
Variasi menurut Knebel:
-
Menentukan letak kepala atau
bokong dengan satu tangan di fundus dan tangan lain diatas simflsis.
·
Leopold II : - Menentukan batas samping
kanan-kiri
-
Menentukan letak punggung rahim
-
Pada letak lintang tentukan
dimana kepala janin.
Variasi menurut Budin:
-
Menentukan letak punggung
dengan satu tangan menekan di fundus.
·
Leopold III : - Menentukan bagian
terbawah janin.
-
Apakah bagian terbawah tersebut
sudah masuk atau masih goyang.
Variasi menurut Ahlfeld:
-
Menentukan letak punggung
dengan pinggir tangan kiri diletakkan tegak di tengah perut.
·
Leopold IV : - Pemeriksa menghadap
kearah kaki ibu hamil.
-
Bisa juga menentukan bagian
terbawah janin apa dan berapa jauh sudah masuk pintu atas panggul.
Cara lain untuk menentukan tuanya kehamilan dan berat
badan janin dalam kandungan.
a.
Dihitung dari tanggal haid
terakhir.
b.
Ditambahkan 4,5 bulan dan waktu
ibu merasa janin hidup.
c.
Menurut Spiegelberg : dengan
jalan mengukur tinggi fundus uteri dari simfisis maka diperoleh tabel:
22-28 minggu 24-25 cm diatas simfisis
28 minggu 26,7 cm diatas simfisis
30 minggu 29,5-30 cm diatas simfisis
32 minggu 29,5-30 cm diatas simfisis
34 minggu 31 cm diatas simfisis
36 minggu 32 cm diatas simfisis
38 minggu 33 cm diatas simfisis
40 minggu 37,7 cm diatas simfisis
d.
Menurut Mc Donald : adalah
medifikasi spiegelberg yaitu jarak fundus-simfisis dalam cm dibagi 3,5
merupakan tuanya kehamilan dalam bulan.
e.
Menurut Ahlfeld : “ukuran
kepala – bokong” = 0,5 panjang anak sebenarnya. Bila diukur jarak kepala –
bokong janin adalah 20 cm, maka tua kehamilan adalah 8 bulan.
f.
Rumus Johnson – Tausak : BB =
(MD-12) x 155
BB: berat badan : MD : jarak simfisis – fundus uteri
Auskultasi
Digunakan stateskop monoral (stateskop costetrik) untuk
mendengarkan denyut jantung janin (DJJ) yang dapat kita dengarkan adalah:
1)
Dari janin:
·
DJJ pada bulan ke 4-5
·
Bising tali pusat
·
Gerakan dan tendangan janin
2)
Dari ibu
·
Bising rahim (uterine souffle)
·
Bising aorta
·
Peristaltic usus
Metode Auvard : tempat denyut jantung menurut letak
janin dalam rahim.
Cara menghitung DJJ :
·
Setiap menit misalnya 140 kali
permenit
·
Dihitung 3x5 detik secara
berurutan, dengan cara ini dapat diketahui teratur tidaknya DJJ, contoh:
11 12 11
DJJ = 4 x (11+12+11) = 136 permenit teratur
10 14 9
DJJ = 4 x (10+14+9) = 132 permenit tidak teratur
Reaksi kehamilan
Ada dua cara yaitu:
1)
Reaksi biologic
·
Reaksi Galli Maining : dipakai
kodok jantan bufo melanostikus. Disuntikkan 5 cc air kencing ibu hamil ke bawah
kulit perut kodok. Bila positif akan dijumpai sperma dalam air kencing kodok
selama tiga jam.
·
Reaksi Friedman : dipakai
kelinci betina yang telah dua minggu diasingkan dari jantan. Disuntikkan 5 cc
air kencing ibu hamil intravena pada vena kelinci selama dua hari
berturut-turut. Setelah 24 jam dilakukan laparotomi diambil ovaliumnya dan
diperiksa. Bila ada keiplis rubra dan lutea disebut positif.
·
Reaksi Aschiem Zondek : dipakai
5 tikus betina imalai. Hasilnya diperoleh setelah 5 hari sekarang tidak dipakai
lagi.
·
Reaksi Konsulaff : dipakai
kodok Rana Esculenta. Hasil dapat diperoleh dalam tempo 1-2 jam.
2)
Reaksi Imunologik
Dasarnya adalah reaksi antigen: antibody dimana HCG
bersifat antigen sebagai antibody dikenal pregnasticon, gravindex, dan gonavis.
Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan laboratorium
Pemeriksaan laboratorium dilakukan pada trimester I dan
II. Pemeriksaan laborat lengkap dan laborat sederhana.
Laborat sederhana seperti.
1.
HB
2.
Reduksi dan Albumin
Pemeriksaan Panggul
Pemeriksaan panggul sebaliknya dilakukan pada trimester
I. sehingga dapat mengetahui apakah ibu hamil tersebut terdapat panggul sempit
atau tidak (CPD) Ukuran panggul luar yang terpenting ialah:
1.
Distantia sprarum : jarak
antara spina iliaca anterior superior kiri dan kanan. 23-26 cm.
2.
Distantia Cristarum : jarak
yang terjauh antara crista iliaca kanan dan kiri. 26-29 cm.
3.
Conjugata Externa (Baudeloque)
: jarak antara pinggir atas simfisis dan ujung processus spinosus ruas tulang
lumbal ke V. 18-20 cm.
4.
Ukuran lingkar panggul : dari
pinggir atas simfisis ke pertengahan antara spisia iliaca anterior superior dan
trochanter major sepihak dan kembali memulai tampat-tempat yang sama di pihak
yang lain. 80-90 cm.
.
BAB III
PADA Ny “I” G I P0000 UK 34
MINGGU
JANIN TUNGGAL,HIDUP,INTRA UTERIN ,
LETAK KEPALA,KU IBU DAN JANIN BAIK
DI BPM NY’KAMSINI’ BAKALAN
SUMOBITO
I.
S :DATA SUBYEKTIF
1.
Identitas / Biodata
|
Nama : Ny “I”
Umur : 22 Th
Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : IRT
Alamat : Bakalan
|
Nama suami : Tn “a”
Umur : 21 Th
Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Bakalan
|
2.
Anamnesa
Pada
tanggal : 24 -6-2012 Jam : 18.30 wib
Alasan
kunjungan : Ibu mengatakan hanya
ingin periksa rutin kehamilanya
Keluhan-keluhan : -
3.
Riwayat kebidanan
a.
Riwayat menstruasi / haid
·
Haid : Umur 12 th
·
Siklus : 28 Hari lamanya : 7 Hari
·
Banyaknya : 1
Softek penuh hari pertama-ketiga selanjutnya biasa
·
Sifat darah : Encer
·
Disminorhoe : Yang
pada hari pertama
b.
Riwayat kehamilan persalinan
dan nifas yang lalu
|
No
|
Tgl lahir
|
Usia Kehamilan
|
Jenis Persalinan
|
Tempat Persalinan
|
Komplikasi
|
Penolong
|
Bayi
|
Nifas
|
|||
|
Umur
|
Ibu
|
Bayi
|
PB/BB Jenis
|
Keadaan
|
Keadaan
|
Lactasi
|
|||||
|
1
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
c.
Riwayat kehamilan ini
HPHT : 26-10-2011
UK : 34
minggu
Keluhan-keluhan : Trimester I: Ibu mengatakan mengeluh mual muntah terapi yang di dapat ialah tablet
Fe ,Vit C, dan kalk,anjuran : makan dengan porsi sedikit tapi sering, konseling
tentang makanan yang tidak mengandung lemak spt : singkong, roti
Trimester II: Ibu mengatakan pgalal-pegal di
sekitar pinggang, terapi tablet kalk dan Fe konseling istirahat yang cukup dan
kurangi pekerjaan yang berat
Trimester III : Ibu
mengatakan pegal dan sering kencing terapi yang di dapat ialah tablet Fe dan
kalk konseling: tanda@ bahaya kehamilan trimester 3
-
Pergerakan
anak pertamakali pada waktu kehamilan umur 5 bulan
-
Imunisasi TT
: 1x pada tanggal 2-7-2012
4.
Riwayat penyakit yang pernah
diderita
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menular seperti ( HIV,Hepatitis)
menurun seperti (Ashma,DM) menahun seperti ( Hypertensi, jantung)
5.
Riwayat penyakit keluarga
Ibu mengatakan di dalm keluarganya tidak ada yang pernah menderita penyakit menular seperti ( HIV,Hepatitis)
menurun seperti (Ashma,DM) menahun seperti ( Hypertensi, jantung)
6.Riwayat KB
Ibu mengatakan selama menikah belum menggunakan KB apapun
6.
Status perkawinan
Perkawinan ke I
Umur Kawin : Istri 22 th Suami : 21 th
Lama Kawin : 2 bulan
7.
Riwayat social/budaya
Ibu mengatakan hubungan dengan keluarganya baik dan
kelurga mendukung sepenuhnya atas kehamilan ini, selama hamil ibu tidak
mengkonsumsi jamu-jamuan, tidak merokok, minum-minuman keras dan tidak tarak.
8.
Riwayat psikososial
Suami dan keluarga sangat mendukung
dengan kehamilan ini
9.
Pola kebiasaan sehari-hari
a.
Pola Nutrisi
Sebelum Hamil : Makan : 3x/hari, dengan komposisi (nasi, lauk-pauk,
sayur)
Minum : 8
gelas/hari
Selama Hamil : Makan : 2-3 x/hari dengan komposisi (nasi, lauk-pauk,
sayur) kadang-kadang ditambah buah.
b.
Pola Eliminasi
Sebelum Hamil : BAB : 1x/hari, warna kuning, lembek tidak ada
keluhan
BAK : 4-5
x/hari warna kuning jernih, bau khas, tidak ada keluhan
Selama Hamil : BAB : 1x /2hari warna kuning, lembek, tidak ada
keluhan.
BAK : 7-8
x/hari, warna kuning, jernih, bau khas, tidak ada keluhan.
c.
Pola Istirahat
Sebelum Hamil : Tidur siang 1-3 jam (13.00 s/d
15.00)
Tidur
malam + 7 jam (21.00 s/d
05.00)
Selama Hamil : Tidur siang : 1 jam (13.00
s/d 14.00)
Tidur
malam : + 5-6 jam (21.00 s/d
04.00)
d.
Pola Aktifitas
Sebelum Hamil : Melakukan
aktifitas dirumah seperti biasanya, yaitu menyapu, mencuci, memasak, dll.
Selama Hamil : Mengurangi
aktifitas seperti sebelum hamil karena perut sudah membesar.
e.
Pola Aktifitas Seksual
Sebelum Hamil : 1-2
x/minggu
Selama Hamil : Jarang
berhubungan karena perut sudah membesar.
O: DATA OBYEKTIF
1.
Secara Umum
·
Kesadaran : Composmetis TB : 155 cm
·
BB : 53 kg Postur tubuh sedang
·
Lila : 25 cm Lama berjalan : tegak, lurus
dan baik
2.
Secara Khusus
TTV : TD : 120/90 mmHg RR : 24
x/mnt
N : 86
x/mnt S : 37
0C
Pemeriksaan fisik
f.
Inspeksi
Kepala : Kepala bersih, tidak berketombe, rambut hitam lurus.
Muka : Palpebra tidak odema, wajah bersih.
Mata : Sclera putih, conjungtiva merah muda, simetris.
Hidung : Simetris, tidak ada secret dan polip.
Mulut dan
gigi : Bibir lembab, tidak ada stomatitis, tidak ada karies gigi.
Telinga : Simetris, tidak ada serumen.
Leher : Tidak terlihat pembengkakan vena jugularis dan kelenjar limfe.
Dada : Simetris, puting susu menonjol, colostrums belum keluar., hiperpigmentasi areola mamae
Abdomen : Tidak
ada luka bekas jahitan, perut terlihat membesar sesuai dengan usia kehamilan.terdapat linea nigra dan streae gravidarum albican
Genetalia : Vulva tidak oedem, tidak ada varices.
Anus : Tidak ada hemaroid.
Ekstremitas : Simetris
tidak oedem, tidak ada polidaktili dan sindaktili.
g.
Palpasi
Leher : Tidak
teraba bendungan vena jugularis dan kelenjar limfe.
Dada : Tidak teraba benjolan mamae kenyal colostrums belum teratur.
Abdomen :
·
Leopold I : TFU tiga jari dibawah pX dengan (25 cm), teraba lunak ,tidak
melenting (bokong)
·
Leopold II : Teraba keras panjang seperti papan pada perut sebelah kiri (puki).
·
Leopold III : Bagian bawah perut teraba bulat melenting (kepala).
·
Leopold IV : Kepala belum masuk PAP (konvergen).
TBBJ
= (25-12 x 155)=2015 gr
h.
Auskultasi
DJJ : (+) 148 x/mnt.
Tempat : Perut sebelah kiri
Frekuensi : 12-13-12
secara teratur.
i.
Perkusi
Reflek patella : ka/ki (+)/(+)
A :
Diagnosa Kebidanan dan Masalah
Diagnosa :Ny”i” GI
P00000 dengan UK34 minggu,janin tunggal, hidup,intra uterin, letak kepala, KU
ibu dan janin baik
Kebutuhan : -
KIE
-
Nutrisi
-
Obs.TTV
-
Kolaborasi
tim medis
P.Penatalaksanaan
1. Lakukan pendekatan terapiutik kepeda klien
Melakukan
pendekatan terapiutik kepeda kelien
untuk lebih dekat
Pasien
mau di ajak berkomunikasi
2.Lakukan observasi tanda-tanda vital
Melakukan
obserfasi tanda-tanda
Abdomen
Leopold I : TFU pertengahan Px dengan pusat teraba lunak
presentasi bokong (29 cm).
Leopold II : Teraba keras panjang seperti papan pada perut
sebelah kanan (puka).
Leopold III : Bagian bawah perut teraba bulat melenting
presentasi kepala.
Leopold IV : Kepala belum masuk PAP (konvergen).
Mx : tidak ada
Kebutuhan : - Asupan
gizi yang seimbang.
-
Persiapan untuk menghadapi
persalinan.
II.
IDENTIFIKASI DIAGNOSA
DAN MASALAH POTENSIAL
Dx Potensial : -
Mx Potensial : -
III.
IDENTIFIKASI KEBUTUHAN
AKAN TINDAKAN SEGERA
-
IV.
MERENCANAKAN ASUHAN YANG
MENYELURUH (INTERVENSI)
Tanggal : 4 Desember 2007 Jam : 10.20 WIB
Dx : GIII
P10001, UK 36 minggu, hidup, tunggal K/U ibu dan janin baik.
Tujuan : Setelah
dilakukan asuhan kebidanan diharapkan ibu dan janin tetap dalam keadaan sehat
dan normal sampai proses persalinan.
Criteria : - Tidak terjadi komplikasi
-
K/U ibu dan janin baik
-
TFU sesuai dengan umur
kehamilan
-
TTV normal T : 120/90 mmHg
N : 80-88
x/mnt
S : 365
0C – 37 0C
RR : 16-24
x/mnt
DJJ : 140-144
x/mnt
Intervensi
1.
Lakukan pemeriksaan 7 T
R/ Untuk mengetahui keadaan umum ibu.
2.
Lakukan pendekatan terapiutik
pada klien
R/ Agar tercipta hubungan kerja sama antara klien dangan
petugas kesehatan.
3.
Beritahu pada ibu untuk
istirahat berbaring sedikutnya 1 jam pada siang hari
R/ istrahat yang cukup akan memulihkan tenaga ibu.
4.
Beritahu pada ibu tentang tanda
bahaya pada ibu hamil
R/ agar ibu waspada dan segera
pergi periksa ke tenaga kesehatan jika terjadi perdarahan bengkak pada kaki,
tangan dan wajah, demam tinggi, dan keluar air ketuban sebelum waktunya.
5.
Beritahu ibu tentang
tanda-tanda persalinan
R/ agar ibu mengerti jika terjadi mules-mules yang
teratur, keluar lendir yang bercampur darah dari jalan lahir, keluar cairan
ketuban dari jalan lahir, karena semua itu adalah tanda-tanda dari persalinan.
6.
Berikan penyuluhan tentang
makanan bergizi selama hamil
R/ makan makanan bergizi yang cukup membuat ibu dan bayi
sehat.
7.
Beritahu ibu tentang hasil
pemeriksaan yang dilakukan
R/ agar ibu tahu keadaan janin yang dikandung.
8.
Kolaborasi dengan dokter obgyn
R/ pemberian terapi secara tepat.
9.
Anjurkan ibu untuk follow up 1
minggu kemudian
R/ mengetahui keadaan ibu hamil setelah dilakukan
pemeriksaan 1 minggu sebelumnya.
V.
IMPLEMENTASI
|
No
|
Hari/tanggal/jam
|
IMPLEMENTASI
|
TTD
|
|
1.
|
Selasa
4 Desember 2007
Jam 10.25 WIB
|
·
Melakukan pendekatan
terapiutik kepada klien agar tercipta kerjasama yang baik.
·
Memberitahu ibu tentang tanda
bahaya pada ibu hamil seperti:
-
Terjadi perdarahan.
-
Bengkak pada kaki, tangan,
dan wajah.
-
Demam tinggi, dan keluar air
ketuban sebelum waktunya.
·
Memberitahu ibu tentang
tanda-tanda persalinan. Seperti:
-
Mules-mules yang teratur.
-
Keluar lendir yang bercampur
darah dari jalan lahir.
-
Keluar cairan ketuban dari
jalan lahir.
·
Memberitahu kepada ibu
tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan.
·
Memberikan penyuluhan tentang
makanan yang bergizi untuk ibu hamil.
·
Kolaborasi dengan dokter
obgyn diberikan tablet tambah darah dan vitamin.
·
Anjurkan untuk follow up
1minggu kemudian.
|
|
VI.
EVALUASI
Tanggal : 4 Desember 2007 jam : 11.00 WIB
S : Ibu
mengatakan mengerti dengan penjelasan yang telah disampaikan oleh petugas.
O : - Ibu dapat melakukan kembali tentang apa
yang tadi dijelaskan oleh petugas.
- Adanya
Tanya jawab antara petugas dengan klien.
A : GIII
P10001, UK 36 minggu, hidup, tunggal K/U ibu dan janin baik.
P : - Sarankan ibu untuk istirahat yang cukup dan
mengurangi aktifitas yang jelas.
- Sarankan
ibu untuk makan makanan yang bergizi.
- Sarankan
ibu untuk mengkonsumsi vitamin.
- Sarankan
untuk mempersiapkan kebutuhan persalinan.
- Anjurkan
pada ibu untuk follow up 1 minggu kemudian.
BAB IV
PENUTUP
1.
KESIMPULAN
Dalam pembuatan askeb ini terdapat
sedikit perbedaan dengan landasan teori yang saya buat yaitu:
-
Dalam pemeriksaan pada ibu
hamil Ny “E” tidak dilakukan pemeriksaan panggul padahal dalam teori harus
dilakukan pemeriksaan panggul supaya dapat diketahui pada ibu hamil ini
panggulnya sempit atau tidak.
-
Dalam pemeriksaan laborat
diteori dilakukan pemeriksaan Hb, reduksi dan albumin tapi dalam kasus ini
hanya dilakukan pemeriksaan Hb saya.
Jadi tidak semua apa yang kita rencanakan dapat
dilaksanakan dengan tepat pada teori yang kita pelajari, karena kemungkinan ada
suatu kendala sehingga rencana yang telah kita buat dengan rapid an menurut
kita pasti akan terlaksanakan tidak dapat dilaksanakan. Sehingga dapat ditarik
kesimpulan bahwa setiap apa yang kita kerjakan dilapangan tidak sesuai dengan
teori yang kita dapatkan.
2.
SARAN
·
Untuk petugas kesehatan supaya
lebih meningkatkan mutu kualitas dalam melayani pasien, jangan sampai kita
tidak menghiraukan pasien kita karena urusan pribadi.
·
Untuk tempat penelitian agar
menggunakan dan memanfaatkan fasilitas yang sudah disediakan.
·
Untuk semua ibu hamil agar
lebih waspada dalam menjaga kehamilannya dan sadar akan pentingnya pemeriksaan
kehamilan secara rutin. Sehingga dapat diketahui apakah ada
komplikasi-komplikasi yang tidak diinginkan.
DAFTAR PUSTAKA
·
Manuaba. 1998. Ilmu Kebidanan,
Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana. Jakarta: EGC.
·
Mochtar. Prof Dr. Rustam, MPH.
1998. Sinopsis Obstetri Jilid I. Jakarta: EGC.
·
Sarwono. 2005. Ilmu
Kebidanan. Jakarta: YBP-SP.
·
Sastrawinata Prof. Sulaiman.
1993. Obstetri Fisiologi. Bandung: Eleman.
·
Bari Saifuddin Prof. dr. Abdul,
SPoG MPH. dkk. 2002. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternatal Dan
Neonatal. Jakarta: YBP-SP.
Langganan:
Komentar (Atom)
